TAHUN BARU 2018 : Stok BBM di Kota Kediri Aman Jelang Pergantian Tahun

BI/halCap fotoEds 071114wdFile:4Pertamina sidak 5Bisnis/Wahyu DarmawanSIDAK SPBUDirektur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya (kanan) berdialog dengan konsumen saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah SPBU, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (06 - 11). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM aman, serta memantau respons masyarakat apabila harga BBM jadi dinaikkan oleh pemerintah.
28 Desember 2017 21:05 WIB Redaksi Solopos Madiun Share :

Persediaan BBM di Kota Kediri dalam batas aman.

Madiunpos.com, KEDIRI -- Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kota Kediri menjelang Tahun Baru 2018 dipastikan cukup, sehingga tidak dikhawatirkan terjadi kelangkaan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pegawai SPBU untuk menghadapi tahun baru dan keperluan Natal 2017. Alhamdulillah masih bisa terpenuhi. Dari DO 24.000 liter, sementara kebutuhan sekitar 22.000 liter dan ini lancar," kata Kepala Bidang Metrologi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Dwi Rachman di Kediri, Rabu (27/12/2017).

Dwi yang ditemui di sela-sela tera ulang di SPBU Kota Kediri itu mengaku sudah melihat langsung stok di SPBU, baik premium, pertalite, solar, hingga pertamax. Pengelola SPBU juga tidak kesulitan untuk mengajukan permintaan karena stok di Pertamina juga melimpah.

Selain memantau http://solopos.com/?p=880223" target="_blank">stok bahan bakar menjelang Tahun Baru 2018, petugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri juga melakukan tera ulang guna memastikan tidak ada kecurangan saat menakar BBM. Tera ulang dilakukan dengan alat ukur khusus, sehingga bisa diketahui jika ada kekurangan volume yang dipesan atau tidak.

"Tujuan kami memantau alat ukurnya, sebagai pengawasan pada SPBU. Kami tera ulang, melakukan pemantauan semuanya, apakah sesuai dengan yang tertera sekaligus apakah sesuai dengan kuantitas," katanya.

Kegiatan itu dilakukan di SPBU Jalan Joyoboyo Kota Kediri dan SPBU Jalan Letjend MT Haryono Kota Kediri. Dari hasil pengujian ternyata ada penyimpangan, namun masih dalam batas toleransi yakni maksimal 100 mililiter.

"Dari penakaran ulang, kekurangannya hanya sekitar 15 mililiter dari maksimal 100 mililiter, jadi masih wajar. Ini masih dalam batas toleransi," katanya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Jl. Letjend M.T. Haryono, Kota Kediri, Qoriah, mengatakan menghadapi Tahun Baru 2018, pihaknya memang sudah melakukan DO (Delivery order) dengan jumlah yang lebih. Di hari biasa, rata-rata untuk DO hanya sekitar 20.000 liter, namun saat ini dinaikkan menjadi 22.000 liter.

"Omzetnya saat ini 22.000 liter dan biasanya habis dalam dua hari. Itu untuk seluruh jenis bahan bakar. Kalau untuk menghadapi Tahun Baru, justru ramainya saat malam tahun baru, namun kami juga sudah siap melayani pembeli," kata dia.

Di Kota Kediri, ada sebanyak 15 SPBU yang tersebar di seluruh kecamatan. Mayoritas, seluruh SPBU juga sudah menyiapkan diri untuk menambah stok guna menghadapi pergantian tahun.