APBD Tulungagung 2017 Diprediksi Tak Terserap Maksimal

Ilustrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (JIBI/Bisnis - Dok.)
27 Desember 2017 15:05 WIB Redaksi Solopos Madiun Share :

APBD Tulungagung baru terserap di angka 90%.

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung tahun 2017 menjelang akhir tahun baru terserap 90%. Serapan anggaran diprediksi tidak akan optimal 100% hingga tutup buku, Jumat (29/12/2017).

"Masih ada waktu beberapa hari, tapi untuk mencapai [serapan] 100 persen sepertinya memang sulit," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setda Tulungagung Hendry Setyawan di Tulungagung, Selasa (26/12/2017).

Dia meyakini seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) saat ini terus bekerja keras melengkapi administrasi pencairan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD 2017. Namun Hendry memerkirakan capaian serapan hanya di kisaran 95% atau lebih sedikit.

Sisanya, kata dia, menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) karena berbagai kendala yang bersifat teknis maupun nonteknis.

"Bagaimanapun kami sedang menyelesaikan proses penyerapan anggaran. Mengingat sudah mendekati detik-detik pergantian tahun dan semua anggaran khususnya belanja daerah juga harus terserap," ujar dia.

Hendry berdalih pihaknya sudah memberi masukan kepada seluruh jajaran OPD agar secepatnya menyelesaikan semua urusan anggaran, khususnya terkait kontrak kerja kepada penyedia jasa agar cepat dirampungkan.

Jika tidak, kata dia, dikhawatirkan dana yang tersisa itu justru tidak terserap dan menjadi Silpa. "Kami merasa ada sedikit permasalahan terhadap kontrak kerja di beberapa SKPD. Ini bisa mengganjal proses penyerapan," katanya.

Hendry menjelaskan, batas akhir penyerapan anggaran sebenarnya ditetapkan pada 15 Desember 2017. Akan tetapi, pihaknya masih memberikan tenggat waktu hingga 27 Desember 2017.

"Kami harus tegas memberi waktu pencairan anggaran. Jika tidak tentunya bakal timbul permasalahan baru," ujarnya.

Untuk diketahui, APBD Tulungagung 2017 tercatat mencapai Rp2,4 triliun dengan nilai belanja sebesar Rp2,3 triliun. APBD Tulungagung dengan demikian mengalami surplus sekitar Rp11,9 miliar.

 

Tokopedia