Macet di Caruban, Kendaraan Disarankan Lewat Bojonegoro

Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas (JIBI/Bisnis - Dok.)
25 Desember 2017 22:05 WIB Redaksi Solopos Madiun Share :

Jalur Caruban, Madiun, pada libur Natal macet karena jalan itu dilintasi kereta api hingga 80 kali sehari.

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Jalur Caruban, Madiun, macet saat libur panjang Natal dan Tahun Baru bersamaan dengan libur sekolah tahun ini. Terkait itu, Kepala Biro Kerja Sama Kementerian dan Lembaga Sops Polri Brigjen Pol. Widiyarso Herry Wibowo menyarankan agar kemacetan lalu lintas di jalur tersebu dialihkan melalui Bojonegoro.

"Harus ada sosialisasi mengalihkan kemacetan kendaraan di jalur jalan raya Caruban, Madiun, dengan melewati jalur jalan raya di Bojonegoro," kata dia di Bojonegoro seperti dikutip Antara, Senin (25/12/2017).

Menurut Widiyarso yang didampingi Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, di jalur jalan raya Caruban kemacetan cukup parah disebabkan jalan di daerah itu dilalui kereta api (KA) hingga 80 kali dalam sehari atau rata-rata ada KA lewat setiap 5 menit. (Baca: http://solopos.com/?p=879519">Lalu Lintas Jalur Madiun-Surabaya Macet, Nganjuk-Caruban Butuh 2  Jam)

"Jalur jalan raya Bojonegoro lengang selama libur Natal, ya bisa menjadi jalur alternatif," ucap dia yang juga Ketua Asistensi Keamanan Natal dan Tahun Baru 2018 Jatim.

Selain itu, lanjut dia, dari hasil pemantauan di jalur jalan raya wilayah Singosari, Malang, kemacetan juga terjadi selama libur Natal. "Di Singosari, Malang, hari-hari biasa saja macet, apalagi liburan," ujarnya.

Menurut Widiyarso, kendaraan dari Surabaya untuk bisa mencapai Malang dalam kondisi normal berkisar 2-3 jam, selama libur Natal dan Tahun Baru 2018 membutuhkan waktu 11 jam. Oleh karena itu, harus ada pemecahan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Singosari, Malang, salah satunya dengan hanya memprioritaskan bagi kendaraan tertentu saja yang bisa melalui jalur jalan raya Singosari, Malang.

"Harus ada kebijakan khusus agar tidak menimbulkan kemacetan, tapi kebijakan yang dikeluarkan harus dibicarakan dengan berbagai pihak agar tidak menimbulkan protes," ucapnya.

Ia menambahkan kedatangannya ke Bojonegoro, juga ke berbagai daerah lainnya, di Jawa Timur, seperti Malang, Surabaya, Banyuwangi, Madura, dan daerah lainnya, untuk melakukan pemantauan keamanan Natal dan Tahun Baru 2018. Selain pemantauan kemanan arus lalu lintas, dia juga memantau kriminalitas, ancaman terorisme, dan harga sembako selama Natal dan Tahun Baru 2018.

"Meskipun kondusif, tetapi kami tetap mewaspadai ancaman teroris selama masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru 2018," kata dia.

Terkait kelancaran jalur jalan raya di Bojonegoro dibenarkan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro. "Jalur jalan raya Bojonegoro aman, tidak ada kecelakaan lalu lintas yang fatal selama liburan Natal dan Tahun Baru 2018," ucap dia.