BENCANA PACITAN : 700 Keluarga di Pacitan Masih Mengungsi

Kondisi SMPN 1 Arjosari Pacitan setelah diterjang banjir bandang pada Selasa (28/11/2017). Foto diambil Sabtu (2/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
23 Desember 2017 09:10 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Bencana Pacitan, setelah 25 hari bencana alam menerjang Pacitan masih ada 700 keluarga yang mengungsi.

Madiunpos.com, PACITAN – Setelah 25 hari pascabencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan, saat ini masih ada 700 keluarga yang mengungsi. Mereka mengungsi di sejumlah rumah warga yang lokasinya aman.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Sunaryo, mengatakan beberapa saat setelah bencana alam menerjang ada 16.953 keluarga yang mengungsi. Untuk saat ini jumlah pengungsi berkurang karena sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Sekarang masih ada sekitar 700 keluarga yang mengungsi. Mereka pengungsi mandiri yang tinggal di rumah saudara atau keluarga mereka," kata dia, Jumat (22/12/2017).

Sunaryo menyampaikan sebagian pengungsi masih mengalami trauma dan belum beraktivitas seperti semula. Bantuan berupa logistik masih dibutuhkan para pengungsi.

Untuk mendapatkan bantuan, pengungsi kini tidak mengambil bantuan ke posko logistik di masing-masing desa. Namun, pengambilan dilakukan secara prosedural yaitu dengan mengajukan bantuan ke tingkat RT/RW dan nantinya akan ditindaklanjuti di tingkat desa.

Lebih lanjut, saat ini Pemkab Pacitan masih membuka rekening khusus korban bencana alam. Data terakhir, Kamis (21/12/2017), jumlah bantuan uang yajg masuk mencapai Rp1.050.000.000. Sedangkan bantuan berupa beras mencapai 98 ton.

Bantuan tersebut berasal dari berbagai instansi, masyarakat, dan kelompok masyarakat. Penutupan rekening bantuan ini belum diketahui. Selain itu penyaluran bantuan itu juga masih menunggu instruksi dari bupati.

"Tinggal kebijakan bupati untuk membantu. Bisa berupa uang atau barang, nanti tergantung kebijakan dari pak bupati. Kalau memang kebutuhannya barang dibelikan barang, kalau nanti untuk perbaikan rumah akan diberikan dalam bentuk uang," kata dia.

Menurut Sunaryo Pacitan masih sering diguyur hujan sehingga bantuan masih sangat dibutuhkan. Bencana tanah longsor pun bisa sewaktu-waktu terjadi.