PENIPUAN PONOROGO : Pimpinan Yayasan Singomenggolo Ditangkap Polisi karena Gelapkan Uang Jaminan Kontrak Karyawan

19 Desember 2017 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Karyawan Yayasan Singomenggolo melaporkan pimpinannya karena diduga menggelapkan uang jaminan kontrak karyawan.

Madiunpos.com, PONOROGO -- Pimpinan Yayasan Singomenggolo Ponorogo, Joko Imam Mukharom, 40, ditangkap aparat Polres Ponorogo pada Senin (18/12/2017). Sebelumnya Joko dilaporkan anak buahnya karena diduga menggelapkan uang jaminan kontrak karyawan.

Pimpinan yayasan tersebut dilaporkan karyawannya bernama Riski Elya Rachma, warga Dagangan, Kabupaten Madiun. Selain Rachma, ada empat karyawan lain yang uang jaminan kontraknya juga tidak dikembalikan yaitu Saiful Rohmat, Citra Ayu Nurjanah, Nidya A Dwiyani, dan Nita Nur Farida.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, mengatakan Riski Elya Rachma dan empat rekannya bekerja di Yayasan Singomenggolo Ponorogo di Jl. Raya Siman No. 66, Desa Siman. Mereka mendaftar kerja di yayasan tersebut pada Januari 2017 dan menandatangani kontrak kerja dengan manajemen.

Saat menandatangani kontrak kerja, Riski memberikan uang jaminan senilai Rp3 juta dan berlaku selama enam bulan. Kemudian untuk gaji masa training satu bulan pertama, mereka seharusnya diberi senilai Rp750.000.

Sedangkan lima bulan berikutnya mereka harusnya mendapat Rp1 juta per bulan. Namun, itu hanya isapan jempol karena mereka tidak pernah menerima gaji tersebut.

"Kemudian pada Maret 2017, korban hanya diberi gaji masa training 25% dari total gaji yang harus dibayarkan," jelas AKP Sudarmanto, Selasa (19/12/2017).

Sesuai kontrak yang disepakati, setelah masa kontrak habis, uang jaminan senilai Rp3 juta akan dikembalikan. Namun, sampai saat ini mereka tidak pernah mendapatkan uang jaminan tersebut sama sekali.

"Saat korban dan para saksi memintanya, mereka hanya diberi janji. Saat ini kami masih memeriksa pelaku dan memintai keterangan para saksi dan pelapor. Kerugian materiil mencapai Rp15 juta," kata Sudarmanto.

Tokopedia