PERTANIAN MADIUN : Harga Gabah di Kabupaten Madiun Naik Jadi Rp5.300/Kg

Petani memanen tanaman padi di sawah Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (13/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
13 Desember 2017 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Pertanian Madiun, harga gabah di Madiun naik Rp1.000 per kilogram.

Madiunpos.com, MADIUN -- Harga gabang di Kabupaten Madiun pada masa panen ketiga di akhir tahun 2017 naik sekitar Rp1.000 per kg. Pada masa panen kedua atau tiga bulan lalu harga gabah basah senilai Rp4.300/kg, namun kini harganya sudah mencapai Rp5.300/kg.

Pantauan Madiunpos.com di areal persawahan Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (13/12/2017) pagi, puluhan petani memanen padi di sawah mereka. Ada yang memotong padi dengan sabit ada pula yang menggunakan alat potong modern.

Seorang petani asal Desa Kaibon, Dimyati, 55, mengatakan saat ini harga gabah sudah membaik dibandingkan harga gabah pada musim panen sebelumnya. Dia menyebut harga gabah saat ini mencapai Rp5.300/kg padahal sebelumnya hanya Rp4.300/kg.

"Alhamdulillah harganya sudah lumayan bagus sekarang," ujar dia saat ditemui di sawahnya, Rabu.

Namun, kualitas gabah pada panen ketiga tahun 2017 tidak cukup baik karena banyak yang terserang hama dan hasil panen juga kurang memuaskan. Apalagi beberapa waktu lalu sawahnya juga terendam air sehingga kualitas gabah tidak bisa maksimal.

"Iya ini gabahnya ada yang kopong. Soalnya kemarin juga terkena hama setelah diterjang banjir," jelas dia.

Pengurus Gapoktan Kabupaten Madiun, Triyono Basuki, mengatakan bulan ini sebagian petani di Madiun dalam proses panen. Untuk harga gabah sendiri pada musim panen ketiga ini memang cenderung tinggi dibandingkan masa panen sebelumnya.

Dia menuturkan harga gabah tinggi lantaran yang menanam padi pada akhir tahun ini lebih sedikit dibandingkan masa tanam sebelumnya. Sehingga gabah yang ada cepat terserap dengan harga tinggi.

"Gabah basah sekarang sudah Rp5.400 per kg. Bahkan ada yang seharga Rp5.500 per kg. Ini termasuk tinggi," jelas dia.

 

Tokopedia