Terkuak, 700 Titik di 8 Kecamatan Pacitan Longsor Akhir November 2017

Kondisi jalan Ponorogo-Pacitan yang tergerus arus Sungai Grindulu di Pacitan, Rabu (29/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Solopos)
12 Desember 2017 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Bencana Pacitan, tim kebencanaan di Pacitan mendata ada sekitar 700 titik lokasi longsor.

Madiunpos.com, PACITAN -- Sedikitnya 700 titik tanah longsor ditemukan setelah bencana banjir dan tanah longsor di Pacitan akhir November 2017. Tanah longsor itu dengan intensitas sedang hingga besar.

Material longsoran masih terlihat di sejumlah titik di Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Nawangan, dan Kecamatan Arjosari, Sabtu (9/12/2017). Selain itu, di jalan raya Pacitan-Ponorogo, Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, yang beberapa waktu tinggal separuh, saat ini masih dalam proses perbaikan.

Komandan Kodim (Dandim) 0801 Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, mengatakan pendataan yang dilakukan tim yaitu ada lebih dari http://solopos.com/?p=875790" target="_blank">700 titik tanah longsor yang terjadi di Pacitan. Titik tanah longsor itu tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Pacitan, yaitu Kecamatan Pacitan, Punung, Arjosari, Tegalombo, Tulakan, Kebonagung, dan Ngadirojo.

Dari delapan kecamatan terjadi longsor, tiga kecamatan di antaranya yang paling parah yaitu Kecamatan Kebonagung, Arjosari, dan Nawangan.

"Banyak sekali titik longsor yang kita temukan. Ada sekitar 700 titik. Awalnya kita data ada 200 titik," kata Aris saat dihubungi, Selasa (12/12/2017). Saat ini, tambah dia, ada retakan tanah yang baru terjadi di wilayah Kecamatan Arjosari.

Bupati Pacitan Indartato mengatakan saat ini masih ada sekitar 1.000 warga yang mengungsi di sejumlah titik. Warga yang mengungsi sebagai besar korban bencana tanah longsor. Sedangkan korban bencana banjir sebagian besar sudah pulang ke rumah masing-masing.

"Masih ada yang mengungsi. Yang mengungsi sebagian besar korban bencana tanah longsor. Karena rumah mereka rusak kan," ujar dia.

Tokopedia