BENCANA PACITAN : Lumpur Dampak Banjir Masih Tutupi Sebagian Jalan dan Selokan

Sukarelawan membersihkan lumpur di Jl. Ahmad Yani, Pacitan, Sabtu (2/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
09 Desember 2017 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Bencana Pacitan, lumpur yang menjadi dampak bencana banjir sulit dibersihkan.

Madiunpos.com, PACITAN -- Dampak bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pacitan dan sekitarnya masih dirasakan. Salah satunya yaitu timbunan material lumpur di sepanjang jalan dan rumah yang dilewati banjir bandang yang terjadi pada Selasa (28/11/2017).

Pantauan Madiunpos.com di wilayah Pacitan, Jumat (8/12/2017), timbunan lumpur masih terlihat di pinggir jalan-jalan di Pacitan.

Komandan Tanggap Darurat bencana di Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, mengatakan saat ini masih banyak terdapat lumpur sisa banjir yang tersebar di seluruh wilayah kota. Pembersihan lumpur masih sekitar 15% sehingga masih banyak titik yang terendam lumpur.

Dandim Pacitan itu mengaku kesulitan untuk membersihkan lumpur tersebut karena kondisinya sudah mengeras. Terutama, kata dia, lumpur yang tertimbun di selokan-selokan.

"Itu butuh waktu. Seluruh wilayah yang dilewati banjir masih ada lumpurnya. Mulai Arjowinangun, Ploso, dan lainnya," ujar dia kepada wartawan.

Menurut Aris, lumpur tersebut seperti tanah liat sehingga saat kondisinya setengah kering lengket, saat basah juga susah dicangkul, dan saat kering juga sulit untuk dibersihkan. Sehingga petugas butuh waktu cukup lama untuk http://solopos.com/?p=874423" target="_blank">membersihkan lumpur itu.

Pada awalnya material lumpur itu dimasukkan dalam karung dan kemudian digunakan untuk menutup tanggung yang jebol. Namun, saat ini material lumpur itu diratakan karena kebutuhan untuk tanggul sudah terpenuhi.

Aris menampaikan beberapa waktu lalu ada 1.000 Tagana dan relawan dari Kementerian Sosial yang terjun di Pacitan. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah sukarelawan yang saat ini ada di Pacitan.

Dalam rilis yang diterima Madiunpos.com, Kementerian Sosial mengerahkan 1.000 Tagana dan sukarelawan untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran pasca-banjir.

Tim disebar di tiga titik yang menjadi daerah terparah akibat banjir yaitu di Pondok Pesantren Tremas, Ploso Kidul, dan Ploso Kalor.

"Kegiatan ini merupakan supporting dari teman-teman relawan dari seluruh Indonesia bahkan dari dunia Internasional, kepada situasi yang terjadi di Pacitan," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Margowiyono.