BPOM Sita Seratusan Mi Telur di Supermarket Madiun

Petugas dari BPOM Surabaya mengecek kondisi makanan yang dijual di Supermarket Samudara Kota Madiun, Jumat (8/12/2017). (AbdulJalil/JIBI - Madiunpos.com)
08 Desember 2017 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Seratusan mi telur di Supermarket Samudra disita karena tidak memiliki izin edar.


Madiunpos.com, MADIUN -- Seratusan bungkus mie telur, susu kaleng, dan makanan kaleng yang dijual di Supermarket Samudra Jl. Pahlawan Kota Madiun disita Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya lantaran tidak memiliki izin edar dan kemasannya rusak, Jumat (8/12/2017) siang.

Makanan tersebut disita petugas dalam rangka razia pemeriksaan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.


Anggota Staf Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Surabaya, Mustajab, mengatakan tim yang melakukan razia pangan merupakan gabungan dari Disperindag, Dinas Kesehatan, BPOM, dan kepolisian.


Dia menuturkan supermarket di Kota Madiun yang diperiksa yaitu Samudra di Jl. Pahlawan. Dari pemeriksaan ditemukan sejumlah http://solopos.com/?p=870120" target="_blank">makanan yang tidak memiliki izin edar dan kemasannya rusak.


Dia menyebutkan salah satu produk yang disita yaitu mi telur berbagai merek. Menurut Mustajab, mi telur dengan merek Kim Ling baik yang memiliki berat 200 gram maupun 500 gram tidak memiliki izin edar.


Mustajab menegaskan barang yang tidak memiliki izin edar tidak boleh diperjualbelikan karena belum teruji kualitasnya. Selain itu kualitas produk tersebut juga tidak dapat dipertanggungjawabkan.


"Kita lihat produk ini memiliki syarat apa tidak. Kalau sudah oke baru kita terbitkan izin edarnya. Karena yang terdampak nantinya konsumen," ujar dia di sela-sela razia bahan pangan di Supermarket Samudra.


Selain menyita mie telur tanpa izin edar, kata dia, petugas juga menyita susu kaleng dan makanan kaleng yang bungkusnya rusak.


Seharusnya, kata dia, pihak toko tak menerima barang yang tidak memiliki izin edar. Mengenai kesalahan ini, ungkap Mustajab, pihak toko bisa dikenai sanksi pidana selama dua tahun.


Namun, sebelum masuk ke ranah pidana, pihaknya akan melakukan pembinaan apalagi ini langsung penjualnya. Petugas juga akan melacak produsen produk itu.


Kepala UPT Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Suharno, mengatakan barang yang tidak memiliki izin edar tidak layak dijual. Seharusnya pemilik toko berani menolak barang-barang tersebut.


"Setiap menerima barang kan pasti dicek. Kalau soal sengaja atau tidak saya tidak tahu. Bisa jadi pihak toko teledor," jelas dia.


Supervisor Operasional Supermarket Samudra, Muhammad Nurul Amin, mengatakan setelah ada razia ini seluruh mi yang tidak memiliki izin edar akan ditarik dan tidak dijual.


Dia mengaku tidak mengetahui kalau mie telor tersebut belum memiliki izin edar. Padahal mi telur itu sudah lama dijual si supermarket tersebut. "Minya sudah lama. Sering ada sidak. Tapi ga pernah kena. Jadi kita ga tahu," jelas dia.

Tokopedia