BENCANA PACITAN : Total Korban Banjir dan Longsor Capai 20 Jiwa

Pemandangan saat banjir merendam sejumlah desa dan kelurahan termasuk pusat Kota Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11). Bencana banjir bandang dan tanah longsor di daerah ini menyebabkan sedikitnya 11 orang dilaporkan hilang/tewas (data sementara BNPB/BPBD), kerusakan infrastruktur dan permukiman sehingga aktivitas perkantoran maupun perekonomian setempat lumpuh total. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/ama - 17
01 Desember 2017 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Bencana Pacitan, sampai Kamis malam jumlah korban jiwa mencapai 20 orang.


Madiunpos.com, PACITAN -- Jumlah korban hilang dan meninggal dunia akibat bencana alam di Kabupaten Pacitan sampai Kamis (20/11/2017) malam terdata sebanyak 20 orang.

Saat ini 10 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan 10 korban lainnya masih dalam proses pencarian. Komandan Tanggap Darurat bencana di Pacitan, Letkol (Kav) Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, mengatakan setelah didata sampai saat ini jumlah korban jiwa dan hilang sebanyak 20 orang.


Dua puluh orang itu terdiri atas 14 orang korban bencana tanah longsor dan 6 orang korban banjir. (Baca: http://solopos.com/?p=873100">2 Jenazah Korban Banjir Ditemukan di Sawah)


"Sampai saat ini, setelah terkonfirmasi malam ini, jumlah korban jiwa total keseluruhan 20 orang. Yang diakibatkan banjir 6 orang dan tanah longsor 14 orang," jelas dia kepada wartawan di Markas BPBD Pacitan, Kamis (30/11/2017) malam.


Komandan Kodim 0801/Pacitan ini menjelaskan korban meninggal yang telah ditemukan sebanyak 10 orang  terdiri atas lima korban bencana banjir dan lima korban bencana tanah longsor. Sedangkan 10 orang yang belum ditemukan meliputi sembilan korban tanah longsor dan satu korban banjir.


Mengenai wilayah ditemukannya korban meninggal itu, kata Aris, di Kecamatan Pacitan ada lima orang dan sudah ditemukan semuanya. Sembilan orang di Kecamatan Kebonagung, tiga di antaranya sudah ditemukan dan enam belum ditemukan. (Baca: http://solopos.com/?p=873306">SBY dan Keluarga Kunjungi Korban Banjir dan Longsor di Pengungsian)


Di Tulakan tiga orang, satu di antaranya sudah ditemukan. Kecamatan Tegalombo ada satu korban dan belum ditemukan. Kecamatan Nawangan ada dua korban dan satu korban sudah ditemukan.


Nama-nama korban jiwa yang telah ditemukan yaitu Mudjiono, 60, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan. Mislan, 56, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan; Amri Suhastomo, 20, warga Desa Bangunsari, Pacitan; Maryati, 55, warga Desa Kayen, Pacitan; Eko Sulaksono, 34, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar; Sutirah, 75, warga Desa Losari, Kecamatan Tulakan; Temu, 57, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung; Fitri Ayu, 3, warga Desa Klesem, Kebonagung; Siti Kalimah, 20, warga Desa Klesem, Kebonagung, dan Totok, Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan.


Aris menyampaikan jumlah pengungsi sampai saat ini ada 2.903 orang. Namun, yang ada di posko pengungsian sebanyak 1.050 orang. Sedangkan sisanya ditampung di rumah-rumah warga.


Rumah yang terdampak bencana tanah longsor dan banjir ada 1.709 unit. Sedangkan fasilitas umum yang rusak akibat bencana tersebut ada 17 bangunan sekolah dan sembilan fasilitas umum lain.

Tokopedia