BENCANA PACITAN : Warga Pacitan Kesulitan Medapatkan Bahan Makanan dan BBM

Pasar Arjosari yang berlokasi di Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari, Pacitan, terendam lumpur dan air, Rabu (29/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
30 November 2017 10:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Bencana Pacitan yakni banjir dan tanah longsor membuat perekonomian terhambat.


Madiunpos.com, PACITAN -- Warga Kabupaten Pacitan kesulitan mendapatkan barang kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) setelah bencana tanah longsor dan banjir menerjang wilayah setempat pada Selasa (28/11/2017) lalu.

Beberapa pasar di wilayah Pacitan lumpuh total, Rabu (29/11/2017), karena terendam banjir. Selain itu, SPBU juga kehabisan stok bahan bakar sehingga tidak ada ketersediaan BBM di SPBU di wilayah Pacitan Kota. Beberapa SPBU juga terpaksa tutup lantaran terendam lumpur. Antara lain SPBU di Arjosari.


Pantauan Madiunpos.com di Pasar Arjosari, Rabu pagi, lumpur masih terlihat di pasar tradisional tersebut. Lantai pasar itu dipenuhi lumpur dan air.


Beberapa pedagang terlihat membuka tokonya untuk membersihkan lumpur yang menumpuk. Mereka juga mengeluarkan sejumlah barang dagangannya dan diangkut ke tempat yang lebih aman.


Seorang pedagang Pasar Arjosari, Tajib, menyampaikan terpaksa tidak berjualan karena tokonya dipenuhi lumpur. Dia juga terpaksa membawa barang dagangannya ke rumah karena di toko sudah tidak aman.


"Tidak jualan ini. Toko penuh lumpur. Ini barang dagangannya mau dibawa ke rumah," ujar dia saat membawa barang dagangan menggunakan sepeda motor.


Seorang pedagang makanan di Kelurahan Pacitan, Winarti, mengatakan saat ini kesulitan mencari bahan makanan di pasar. Pada hari Rabu pagi, dirinya pergi ke pasar dan tidak ada penjual sayur maupun lauk.


Dia menuturkan sejak bencana http://solopos.com/?p=872783" target="_blank">banjir menerjang wilayah Pacitan Selasa lalu, dirinya kesulitan untuk membeli kebutuhan bahan pokok. "Tadi pagi belanja di  pasar sudah tidak ada yang jualan. Pedagangnya pada kebanjiran semua," ujar dia.


Selain kebutuhan pokok, warga juga kesulitan untuk mencari BBM. Sejak bencana itu terjadi, SPBU di wilayah Kecamatan Pacitan kehabisan stok bahan bakar. Akibatnya banyak warga yang tidak mendapatkan BBM untuk mengisi kendaraan bermotornya.


Penjual BBM eceran di Kelurahan Pacitan, Luki Windiarko, 25, menuturkan kelangkaan bahan bakar mulai Rabu pagi. Dirinya mengaku sudah tidak memiliki stok bensin untuk dijual.


"Sudah ga ada mas. Bensin sudah langka. Sudah habis sejak tadi pagi," jelas dia.


Luki menyampaikan mulai pagi banyak warga yang datang ke kios bensinya untuk membeli bensin. Namun, mereka harus pulang dengan tangan hampa karena stok bensin sudah habis.