Direktur MM UI Nyalon Wali Kota Madiun lewat Jalur Independen

Harryadin Mahardika (kanan) bersama Arief Rahman mendaftar sebagai calon wali kota dan wakil wali kota lewat jalur independen PIlkada Madiun 2018. (Istimewa)
29 November 2017 23:05 WIB Suharsih Madiun Share :

Harryadin Mahardika-Arief Rahman serahkan berkas dukungan di hari terakhir pendaftaran.

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Madiun 2018 bakal diikuti pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur independen. Pasangan tersebut, Harryadin Mahardika dan Arief Rahman, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun, Rabu (29/11/2017).

Mereka mendatangi Kantor KPU Kota Madiun naik ojek Stasiun Madiun dan Gojek didampingi beberapa pendukung yang juga naik motor. Mereka membawa berkas dukungan calon perseorangan untuk Pilwali Madiun.

Pasangan yang sama-sama muda ini diterima Komisioner KPU Kota Madiun Latutik Mukhlisin dan Panwaslu. Bersama tim, pasangan yang mengusung visi Madiun Mahardika ini langsung menyerahkan tiga kotak besar dokumen berisi berkas dukungan dari 18.541 warga Kota Madiun. (Baca: http://solopos.com/?p=849139">Dosen UI dan Sekda Madiun Ambil Formulir Cawali di Partai Demokrat)

Sementara dukungan KTP yang disyaratkan sesuai jumlah DPT di Kota Madiun hanya 14.400. "Dukungan tersebut berasal dari 27 kelurahan dengan sebaran dukungan yang hampir merata di semua kelurahan," kata Harryadin Mahardika yang merupakan Direktur Magister Manajemen Universitas Indonesia (UI) dalam rilis yang diterima Madiunpos.com, Rabu.

Harryadin dan Arief Rahman sangat yakin mereka dapat lolos verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh KPU Kota Madiun. Di depan sukarelawan yang mengantarkan mereka, Harryadin yang juga Ketua Aliansi Program Magister Manajemen Indonesia ini yakin KPU Kota Madiun akan bekerja profesional dan tak memihak.

Kepada wartawan, Arief Rahman yang menjadi calon wakil wali kota mengungkapkan alasannya mendaftar bersama Harryadin Mahardika di jalur independen. "Banyak orang bilang independen ini sulit nanti di parlemen karena nonpartai. Bagi kami justru akan lebih mudah dalam komunikasi politik," kata pengurus harian PWI Jawa Timur tersebut. (Baca: http://solopos.com/?p=824198">4 Orang Ambil Formulir Cawali-Cawawali di PDIP Kota Madiun)

"Kita ingin wujudkan Madiun milik bersama, milik semua golongan. Dengan berjarak sama dengan partai mana pun, semua akan bisa diakomodasi. Bagaimana pun partai juga mewakili suara rakyat," tambah Arief Rahman yang dikenal pegiat pariwisata di Badan Promosi Pariwisata Daerah Jatim.

"Saya dan Mas Arief ini sudah satu hati dan satu visi untuk mewujudkan Madiun Mahardika. Sebuah smart city. Kota Madiun yang mandiri, modern, berdaya saing tinggi dengan warga yang bahagia serta sejahtera," kata Harryadin Mahardika.