BENCANA PACITAN : Bupati dan BPBD Beda Data soal Jumlah Korban Meninggal Dunia

Pengendara melewati lumpur dan pasir di Jalan Raya Pacitan-Ponorogo, Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Rabu (29/11/2017) (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
29 November 2017 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Bupati Pacitan mendata ada sembilan orang yang meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam di wilayah itu.

Madiunpos.com, PACITAN -- Bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mengantongi data yang berbeda soal jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam di kabupaten tersebut.

Bupati Pacitan Indartato menyatakan jumlah korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor dan banjir pada Selasa lalu ada sembilan orang. Sebelumnya, BPBD Pacitan menyebutkan ada tujuh korban meninggal dunia dan enam korban masih hilang sehingga total korban yang hilang maupun meninggal dunia ada 13 orang. (Baca: http://solopos.com/?p=872826">Enam Korban Banjir dan Tanah Longsor Belum Ditemukan)

Indartato saat diwawancarai Madiunpos.com di lokasi banjir Perempatan Penceng, Kota Pacitan, mengatakan korban tanah longsor ada tujuh orang. Tiga orang di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan empat orang lainnya belum ditemukan.

"Korban yang hanyut kemarin ada satu yang ditemukan dan kedua hari ini. Jadi yang korban banjir ada dua orang," jelas dia. (Baca: http://solopos.com/?p=872823">Hendak ke Pacitan, BPBD Jatim dan Basarnas Terjebak Longsor di Ponorogo)

Selain korban meninggal dunia, ada 12 orang yang dilarikan ke rumah sakit dengan berbagai penyakit yang diderita. Sedangkan rumah yang roboh dan rusak berat akibat bencana longsor dan banjir, menurut Indartato, di seluruh wilayah Pacitan ada 200 rumah.

Mengenai rumah yang terendam, Indartato belum mendata. Ada tujuh kecamatan yang rawan bencana di Pacitan antara lain Pacitan, Tulakan, Kebonagung, Arjosari, dan Ngadirojo.

Tokopedia