Banjir Porong Sebabkan KA Terlambat hingga 4 Jam di Stasiun Madiun

Kereta api melintas di rel yang terendam banjir di wilayah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/4/2015). Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (27/4/2015) malam membuat air Kali Tengah meluap dan menyebabkan rel kereta api sepanjang 500 meter terendam genangan air sedalam 20 cm. Nyatanya, kereta api tetap nekat melintasi genangan air itu. (JIBI/Solopos/Antara - Umarul Faruq)
27 November 2017 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Bencana banjir di Porong, Sidoarjo, mengakibatkan perjalanan kereta api di wilayah Jawa Timur sebagian lumpuh.

Madiunpos.com, MADIUN -- Banjir di kawasan Tanggulangin-Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, membuat perjalanan kereta api (KA) mengalami keterlambatan hingga berjam-jam, Senin (27/11/2017). PT KAI mengalihkan perjalanan penumpang menggunakan bus.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (26/11/2017) telah membuat kawasan Porong kebanjiran hingga membuat jalur perlintasan kereta api terendam dan tidak dapat dilalui kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto, mengatakan banjir di jalan Tanggulangin-Porong kereta api di jalur tersebut tidak dapat melintas. Ada beberapa kereta api relasi Madiun yang mengalami keterlambatan lebih dari empat jam.

Supri menyebutkan ada KA Logawa yang terlambat sekitar 273 menit atau 4 jam 33 menit dan kereta api Sri Tanjung mengalami keterlambatan mencapai 240 menit atau 4 jam. "Akibat banjir di Porong Sidoarjo, beberapa kereta api yang melewati Stasiun Madiun mengalami keterlambatan hingga empat jam," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Senin.

Dia menyampaikan PT KAI juga mengalihkan beberapa kereta api karena jalur tersebut tidak dapat dilewati. Beberapa kereta api yang tidak dapat melewati jalur itu penumpangnya terpaksa dialihkan menggunakan bus.

Selain itu, sejumlah perjalanan kereta api dari arah Malang dengan tujuan Jakarta atau Bandung yang melewati Surabaya juga harus memutar lewat Blitar, Kediri, dan Kertosono. Bahkan beberapa perjalanan yang melewati jalur itu juga dibatalkan.

Untuk mengatasi gangguan perjalanan ini, kata Supri, PT KAI telah melakukan upaya normalisasi jalur selama 1 kali 24 jam. Petugas juga meninggikan rel kereta menggunakan MTT dan penambahan batu balas. Namun, hingga kini jalur tersebut belum bisa dilewati kereta api karena ketinggian air mencapai 28 cm di atas kop rel.

"Informasi saat ini kereta sudah berjalan dengan menggunakan lokomotif hidrolik CC 300. Tapi memang dengan kecepatan terbatas," ujar dia.

Lebih lanjut, PT KAI juga menyiapkan skenario untuk perjalanan KA di wilayah tersebut. Penumpang KA Bima dari Malang akan menggunakan rangkaian KLB Malang-Kertosono dan akan bergabung dengan rangkaian asli KA Bima dari Surabaya Gubeng.

Penumpang KA Mutiara Selatan dari Malang tujuan Yogyakarta-Bandung akan dialihkan ke KA Malabar. KA Logawa hanya relasi Purwokerto-Surabaya Gubeng PP, sedangkan penumpang dari Jember diangkut bus dari Bangil ke Surabaya Gubeng.

KA Ranggajati hanya relasi Cirebon-Surabaya Gubeng, sedangkan penumpang dari Jember diangkut bus dari Bangil ke Surabaya Gubeng. Sedangkan untuk pola operasi perjalanan KA lokal diatur dengan skenario KA lokal relasi Surabaya Kota-Malang-Blitar berhenti di Sidoarjo.

KA lokal relasi Blitar-Malang-Sidoarjo berhenti di Bangil. KA Komuter Surabaya Kota-Porong berhenti di Sidoarjo. "Penumpang KA lokal yang memiliki tiket namun relasinya tidak terpenuhi karena KA batal biaya akan dikembalikan 100%," ujar Supri.