11 Titik Rawan di Jalur KA Daops Madiun Dijaga Ketat

Petugas PT KAI Daop VII Madiun memperbaiki kereta api yang anjlok dalam simulasi penanganan kereta anjlok di Stasiun Madiun, Selasa (6/6/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
23 November 2017 17:05 WIB Rohmah Ermawati Madiun Share :





Ada sebelas titik di wilayah Daops Madiun yang diawasi secara ketat.


Madiunpos.com, MADIUN -- Sebelas petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) disiagakan untuk memantau kondisi di jembatan besar yang dilewati kereta api di wilayah Daops VII Madiun. Pengawasaan ini dilakukan sepanjang musim penghujan untuk mengantisipasi hal-hal yang membahayakan.

Pejabat Humas PT KAI Daops VII Madiun, Supriyanto, mengatakan ada sebelas titik jembatan besar yang rawan sepanjang jalur kereta api di wilayah Daops Madiun. Dia menuturkan ada sebelas petugas yang disiagakan untuk memantau sebelas titik lokasi rawan itu.


"Saat ini kan musim hujan dan intensitas hujannya cukup tinggi. Jadi kami siagakan petugas di jembatan-jemabatan yang dilalui kereta api," jelas dia saat dihubungi Madiunpos.com, Kamis (23/11/2017).


Supri menambahkan di sepanjang wilayah Daops Madiun tidak ada tebing sehingga tidak ada kerawanan bencana tanah longsor di jalur kereta api.


Sementara itu, akibat kejadian tanah longsor di Cipendeuy, Garut, Jawa Barat, Rabu (22/11/2017) malam, perjalanan kereta api relasi Madiun mengalami keterlambatan. Kereta api dari arah Bandung dengan tujuan Jawa Timur mengalihkan rute lewat Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Kroya-Solo yaitu KA 50 Turangga, KA 92 Malabar, KA 112 Mutiara Selatan, KA 182 Kahuripan.


Untuk langkah-langkah yang dilakukan PT KAI Daops VII Madiun dalam memangkas keterlambatan saat KA berangkat kembali ke Bandung yaitu khusus KA Kahuripan relasi Blitar-Madiun-Kiaracondong dilakukan skenario operasi dan pelayanan khusus.


Skenario tersebut antara lain mengirim rangkaian cadangan dari Madiun ke Blitar untuk keberangkatan Kamis siang. Rangkaian KA Kahuripan dari Bandung yang terlambat hanya berakhir di Stasiun Madiun.


Penumpang dengan tujuan Caruban, Nganjuk, Kediri, sampai Blitar dinaikkan dengan kereta cadangan dari Madiun. Penumpang dari Blitar berangkat tepat dengan kereta cadangan sampai Stasiun Madiun dan digabung dengan rangkaian dari Bandung.


"KA Kahuripan Madiun-Bandung diusahakan berangkat tepat pukul 15.16 WIB," ujar dia.