WISATA MADIUN : Paving Block Dibongkar Seusai Kunjungan Presiden Jokowi, Warga Dungus Protes

Warga membersihkan sampah di sungai tengah hutan Dungus Forest Park, Senin (20/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
20 November 2017 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Warga Dungus, Kabupaten Madiun, protes terhadap Perhutani yang membongkar paving jalan di kawasan Dungus Forest Park.

Madiunpos.com, MADIUN -- Sejumlah warga di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, memprotes pembongkaran balok paving yang telah ditata di Dungus Forest Park oleh petugas Perhutani. Saat kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dua pekan lalu, balok paving itu sudah ada di jalan masuk taman untuk tempat wisata itu.

Pantauan Madiunpos.com di Dungus Forest Park, Senin (20/11/2017), jalan di dalam kawasan hutan itu tidak terlihat ada balok paving. Jalan menuju lokasi hutan hanya berupa tanah. (Baca: http://solopos.com/?p=866266">Presiden Datang, APK dan PKL Ditertibkan)

Padahal saat Presiden Jokowi berkunjung ke hutan itu pada Senin (6/11/2017), jalan akses di hutan tersebut dipasangi paving sepanjang sekitar 100 meter. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dungus, Gunung Dermawan, mengatakan balok paving di hutan tersebut diambil petugas Perhutani pada Minggu (19/11/2017).

Saat itu, warga mempertanyakan pengambilan paving itu. "Namun, petugas yang mengambil paving itu hanya menjawab dirinya hanya menjalankan tugas dari pimpinannya. Kami tidak diberi penjelasan apa pun," jelas dia di lokasi hutan itu.

Gunung menyayangkan pengambilan paving tersebut. Warga menilai pemasangan paving itu seolah hanya demi Presiden yang berkunjung supaya terkesan lebih rapi. (Baca: http://solopos.com/?p=866560">Datang ke Madiun, Presiden Jokowi Serahkan 8.950 Sertifikat Tanah Warga)

Warga meminta kepada Perhutani untuk memasang kembali paving di jalan menuju hutan itu. Menurut dia, dengan adanya paving ini warga optimistis mengembangkan lokasi wisata di hutan tersebut.

"Saat hutan diberi jalan akses berupa paving. Warga senang karena lokasi tersebut bisa saja ramai dikunjungi orang dan warga sekitar hutan bisa mengembangkan berbagai usaha. Tetapi setelah paving di jalan itu dibongkar, justru warga bertanya-tanya mengenai keseriusan Perhutani," terang dia.

Dungus Forest Park itu akan dimanfaatkan warga sekitar untuk kegiatan wisata dan bumi perkemahan. Gunung mengakui saat ini sedang membersihkan lokasi untuk bumi perkemahan dan taman buah.

Gunung mengakui belum ada MoU dengan Perum Perhutani untuk pengelolaan kawasan hutan tersebut. Namun, dia berpegangan pada surat perizinan pemanfaatan lahan hutan yang telah diluncurkan Presiden Jokowi saat kunjungan ke Madiun.

Administratur KPH Madiun, Anis Kusnandar, mengatakan pemasangan paving di jalan sepanjang 100 meter di kawasan Dungus Forest Park memang untuk acara kenegaraan saat kunjungan Presiden Jokowi di hutan tersebut. Setelah kunjungan selesai, paving tersebut ditarik kembali untuk kegiatan lainnya.

Dia menuturkan hutan Dungus termasuk hutan kawasan perlindungan dan penyangga untuk Rumah Sakit Paru-Paru di Dungus. Karenanya hutan tersebut tidak boleh ada bangunan permanen.

"Paving itu memang hanya untuk acara kenegaraan. Setelah acara selesai. Kami ambil kembali pavingnya karena di lokasi hutan itu tidak boleh ada bangunan permanen," terang Anis.

Mengenai pengembangan wisata di Dungus Forest Park, Anis menjelaskan hutan tersebut rencananya dijadikan tempat wisata. Untuk saat ini baru sekadar promosi wisata dan belum ada tindakan lebih lanjut.

Tokopedia