INFRASTRUKTUR MADIUN : Jalan Rusak, Warga Luworo Terpaksa Menerabas Permakaman Umum

Warga melewati nisan di permakaman umum Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, karena jalan utama di desa itu rusak parah, Jumat (17/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
17 November 2017 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Warga di Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, menggunakan area permakaman untuk jalan umum.


Madiunpos.com, MADIUN -- Warga Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, terpaksa menggunakan area permakaman di desa tersebut untuk jalan umum. Hal ini karena jalan utama di desa itu rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, Jumat (17/11/2017), jalan desa yang menghubungkan antardusun di Desa Luworo sepanjang sekitar 300 meter rusak parah. Jalan yang dipenuhi tanah uruk itu kondisinya tidak rata dan berlumpur.


Beberapa warga yang mengendarai sepeda motor terlihat kesulitan saat mengendarai sepeda motor di jalan yang memilili lebar sekitar 5 meter itu. Mereka harus pelan-pelan untuk melewati jalan tersebut.


Di sisi lain, ada beberapa pengendara yang berjalan di tengah permakaman yang lokasinya tak jauh dari jalan itu. Pengendara terlihat berhati-hati saat melewati nisan-nisan yang ada di sisi kanan dan kiri.


Seorang warga Desa Luworo, Sani Astuti, mengatakan kondisi jalan desa tersebut memang sudah rusak sejak dua bulan lalu. Kerusakan ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan proyek yang melewati jalan tersebut.


"Saya terganggu banget karena jalan ini rusak. Soalnya saya hampir setiap hari lewat jalan ini. Padahal jalan ini juga digunakan untuk anak-anak sekolah," kata dia.


Sani menuturkan saat hujan tiba kondisi jalan semakin parah dan terdapat genangan air di mana-mana. Untuk itu, sebagian warga memilih melewati jalan yang ada di tengah permakaman sebagai jalan alternatif.


Dia menceritakan sebenarnya jalan di permakaman itu tidak ada. Kemudian warga nekat menerobos permakaman melewati nisan-nisan.


Dia berharap jalan yang rusak itu segera diperbaiki sehingga jalan kembali layak untuk dilewati. "Saya berharap segera diperbaiki," ujar petani asal Dusun Sonokeling ini.


Ketua BPD Desa Luworo, Sujono, mengatakan kondisi jalan di desa tersebut sudah rusak dua bulan terakhir. Kerusakan ini semakin parah pada saat hujan mengguyur.


Dia menyampaikan kerusakan jalan ini disebabkan kendaraan truk pembawa material di proyek di desa itu. "Sebenarnya ada jalan lainnya, tapi harus berputar sekitar 3 km," ujar dia.


Mengenai kerusakan jalan tersebut, ujar Jono, pihak desa juga telah melakukan koordinasi dengan warga dan pelaksana proyek. Dalam waktu dekat jalan tersebut akan diperbaiki.

Tokopedia