PENCOPETAN MADIUN : Komplotan Copet Beraksi di Konser Via Vallen Gasak 23 HP Penonton

Petugas menunjukkan lima pencopet yang beraksi di acara konser musik Via Vallen di Alun-alun Kota Madium yang berhasil diringkus aparat Polres Madiun Kota, Rabu (15/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
15 November 2017 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Pencopetan Madiun, aksi komplotan copet di konser Via Vallen yang menggasak puluhan HP penonton.

Madiunpos.com, MADIUN -- Aparat Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap komplotan copet yang kerap beraksi di acara konser dangdut. Komplotan copet itu ditangkap setelah beraksi di konser dangdut Via Vallen di Alun-alun Kota Madiun, Selasa (14/11/2017) malam.

Polisi menangkap lima dari enam orang yang tergabung dalam komplotan copet itu. Sedangkan satu orang di antaranya bernama Junaedi, warga Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, melarikan diri dan saat ini sedang diburu petugas.

Kelima pencopet yang ditangkap yaitu Satria Mukti, 32, warga Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Muh. Zalias, 36 warga Kecamatan Mulyorejo Surabaya, Martinus Valentino, 29, warga Kecamatan Wonokromo, Muhammad Irvan, 34, warga Pabean Cantikan, dan Muhammad Gufron, 21, warga Pabean Cantikan.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, mengatakan di acara konser dangdut dengan artis Via Vallen, Selasa malam, komplotan copet ini berhasil menggasak 23 unit handphone (HP) dengan berbagai merek dari para penonton konser.

Penangkapan komplotan pencopet di konser Via Vallen ini berawal dari laporan pengunjung ke petugas kepolisian yang berjaga di acara memperingati HUT Brimob itu. Setelah mendapat laporan itu, polisi kemudian menyebar dan mencari pelaku copet itu.

Setelah dilakukan pencarian, satu dari enam pencopet itu ditangkap setelah ketahuan mencopet dan diteriaki penonton konser. Setelah satu pencopet tertangkap, polisi melakukan pengembangan dan menangkap empat pelaku lainnya.

"Mereka ditangkap di tiga tempat berbeda tetapi masih di wilayah Kota Madiun," kata dia kepada wartawan di Mapolres Madiun Kota, Rabu (15/11/2017).

Dari pengakuan pelaku, kata Logos, mereka berangkat dari Surabaya menuju Madiun sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan mobil sewaan. Selanjutnya, keenam palaku tiba di Madiun sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung menuju ke Alun-alun Kota Madiun. Sesampainya di alun-alun, komplotan ini langsung menyebar dan mencari sasaran.

Keenam pelaku ini memiliki tugas masing-masing saat beraksi. Ada yang bertugas mengeksekusi atau mencopet dan ada yang mengawasi selama eksekusi berjalan hingga menyimpan hasil copetan.

Selanjutnya, tiga pelaku lain mengalihkan perhatian korban dengan mendorong bersama-sama dari beberapa arah. Selain itu ada satu pelaku yang menjadi sopir.

"Pelaku berinisial SM sebagai pemetik, pelaku MI dan MG berperan menggoyang korban. Pelaku MZ berperan mengawasi dan menyimpan hasil curian SM. Pelaku MV sebagai sopir," jelas dia.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita barang bukti berupa 23 unit ponsel. Dari 23 ponsel yang didapat, 10 unit di antaranya telah dicocokkan dan diketahui pemiliknya yang telah datang ke Polres Madiun Kota sambil membawa kardus ponsel.

Lebih lanjut, komplotan copet ini merupakan spesialis yang kerap beraksi di acara konser dangdut. Aksi mereka diduga selalu berpindah-pindah dari kota ke kota untuk mencari konser dangdut yang mendatangkan penyanyi terkenal.

"Dari hasil pemeriksaan, kelompok ini kelompok spesialis copet di acara hiburan dangdut. Dari hasil pemeriksaan mereka mengaku baru dua kali mencopet," kata Logos.

Dia menuturkan kelima pelaku akan dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. Warga yang merasa kehilangan ponsel saat menonton konser Via Vallen di Alun-alun Kota Madiun bisa melapor ke Polres dengan membawa kardus ponsel sesuai ponsel yang hilang.

Seorang korban, Ibel Royil, 15, mengaku kehilangan HP merek Samsung tipe Mega2 seharga Rp3 juta saat menonton konser Via Vallen di Alun-alun Kota Madiun. Saat itu, dia mengaku tidak sadar saat copet merogoh sakunya dan mengambil ponselnya.

"Saar itu ada yang mendorong-dorong. Kemudian HP saya hilang. Padahal HP saya taruh di saku depan," kata warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo itu.

Tokopedia